Ekseskusi Kebijakan sesuai dengan manajemen

9 months ago

Pengguna Weku Yang Terhormat

Kali ini saya ingin menyampaikan satu hingga beberapa pesan melalui platform ini sebagai bahan kajian saya kedepan dalam mengelola segenap administrasi yang saya pimpin, melalui platform ini juga tentunya saya ingin mengabadikan beberapa tulisan saya menyangkut dengan langkah kebijakan pemerintah.

Rasanya negara indonesia setelah mengalami Krisis moneter langsung disambut oleh krisis kepercayaan terhadap pemerintah dengan dalil alasan akibat eksekusi beberapa kebijakan yang tidak sesuai atau tidak tepat sasaran, faktanya bisa dilihat dari kegaduhan pemerintah saat ini dalam melayani publik dengan menyediakan hukum yang masih memihak kepada sentral.

WhatsApp Image 2019-11-08 at 23.23.22.jpeg

Seakan Musyawarah bukan lagi langkah tepat

Jika kita menilai beberapa isu yang sedang berkembang saat ini, musyawarah hanya akan menjadi bagian dari tuntutan langkah Birokrasi untuk mengeksekusi keputusan, namun nyatanya musyawarah hanya dijadikan sebagai pelengkap daripada syarat melaksanakan sebuah program, berbeda dengan yang kami alami saat ini, ada beberapak hak atau wewenang yang masih terdesentralisasi menurut kami dalam menjalankan UU Desa nomor 6 tahun 2014.

entah kenapa saya tidak ingin melanjutkan pembahasan tentang ini, lebih pastinya saya akan menjelaskan nanti ketika anda ingin ngopi bareng bersama saya, hehe

beberapa isu penting juga sedang viral terjadi diaceh utara, dalam beberapa hari yang lalu saya menyimak begitu banyak tersebar dimedsos tentang stateman Cek mad atau Bupati aceh utara yang menyatakan Masyarakat Aceh utara dianggap malas, kita tidak tahu pasti tentang perkara ini, yang pastinya Cekmad menyebutkan dalam salah satu video yang saya simak bahwa Belum ada bupati yang berani menuangkan Rumah Dhuafa dalam perbut untuk masyarakat miskin.

WhatsApp Image 2019-11-08 at 23.23.23.jpeg

akhirnya saya membaca berita baru beberapa menit yang lalu tentang kabarnya Cekmad ingin melaporkan Beberapa nitizen atas isu yang membuat stateman dia menjadi viral, saya hanya bisa membaca dan menganalisa secara pakar sebagai pembaca, Toh kita bukan bukan pakar hukum atau pihak penegak hukum.

bagi saya setiap yang kita lalui itu tidak dibenarkan kita hanya menghadapi yang positif saja, namun kita juga harus mampu menerima yang negatif, oleh karena itulah baru dinamakan dengan kehidupan.

WhatsApp Image 2019-11-08 at 23.23.23(1).jpeg

ketika kita tidak bisa menerima yang negatif untuk menghadapinya, maka layaknya kita dianggap belum siap terjun ke dunia ramai atau ketengah keramaian.

juga dibalik negatif tentu ada beberapa keputusan penting tentang kebijakan yang dikeluarkan agar masyarakat bisa menikmati fasilitas umum seperti menyediakan lapangan olahraga agar semua pikiran kotor kita dapat dimusnahkan seiring berupaya untuk menyehatkan raga ataupu fisik kita dan juga mental.

sekian tulisan ini saya abadikan agar menjadi catatan sejarah bagi saya sendiri tentunya, dan menjadi bahan bacaan bagi yang ingin membaca jika Koran sudah tidak tersedia.

By. @hamidi103


Hopefully useful for all and Good Luck!
INDONESIAN COMMUNITY

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE WEKU!